Saturday, March 25, 2017

Waspada Tetap Perlu, Tapi Pencurian Organ Tak Semudah yang Dibayangkan

Kluetrayanews.com, Jakarta, Beredarnya pesan berantai tentang penculikan anak untuk tujuan pencurian organ, membuat resah para orang tua.

Faktanya, pencurian organ tidak semudah yang dibayangkan.

Kepala Kepolisian RI Jendral Tito Karnavian beberapa waktu lalu telah menegaskan bahwa kabar tentang penculikan anak untuk diambil organ tubuhnya, adalah hoax. Tito meminta masyarakat untuk tidak khawatir dan memastikan Polri akan terus melakukan pemantauan.

"Saya yakinkan, saya sudah cek di Manado, Sumatera Utara, dan beberapa wilayah lain termasuk Jakarta. Berita tersebut adalah hoax, tidak benar," ujar Tito, dikutip dari detiknews.

Rumor terkait pencurian organ cukup sering muncul di tengah masyarakat, bahkan sebelum marak tentang penculikan anak. Menurut salah satu pesan yang beredar, pencurian organ juga bisa terjadi tanpa disadari saat seorang pasien menjalani operasi pembedahan.

Salah satu organ yang rentan dicuri, menurut rumor yang beredar adalah ginjal. Praktisi kesehatan dari RS Mayapada Lebak Bulus dr Akbari Wahyudi Kusumah, SpU, menilai kemungkinan terjadi pencurian ginjal saat operasi sangat kecil.

"Hampir tidak mungkin, tapi bisa. Kemungkinannya sangat minimal," kata dr Akbari dalam perbincangan dengan detikHealth baru-baru ini.

Secara umum, transplantasi atau cangkok organ membutuhkan proses yang tidak sederhana. Dibutuhkan pula keterampilan dan peralatan yang tidak dimiliki oleh orang sembarangan. Demikian juga untuk mengambil ginjal, dr Akbari menyebut hanya dokter yang punya keahlian khusus yang bisa melakukannya.

"Letaknya jauh di belakang. Punya saraf dan pembuluh darah yang banyak. Kalau tidak siap, bisa terjadi perdarahan hebat dan berakibat fatal," kata dr Akbari, yang adalah seorang pakar urologi.

Lalu apa saja tanda-tanda yang bisa dikenali seandainya memang ada pasien yang mengalami pencurian ginjal? Simak obrolan dengan dr Akbari dalam video Bincang Sehat berikut ini:

Sumber : health.detik.com

No comments:
Write komentar