Perkenalkan Ini Logo Baru Partai PDA Hasil MURALUB 2021


Logo partai pda


BISMILLAHIRRAHMANIRAHIM 

Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang

Perkenalkan bendera dan logo baru kami PDA.

Bahwa untuk melaksanakan Syari’at Islam secara kaffah berdasarkan ‘Itiqad Ahlussunnah Wal Jama’ah; Imam Asy’ari ‘Itikadan dan Mazhab Imam Syafi’i ‘amalan dengan berpedoman pada Al Qur’an, Al Hadist, Ijmak, dan Qias.

Untuk kesinambungan perjuangan melanjutkan cita-cita ulama Aceh menegakkan Amar Makruf Nahi Mungkar, guna melahirkan kader pemimpin yang amanah, berani, disiplin, rajin, dan setia.

Memoradum of Understanding (MoU) Helsinky 15 Agustus 2005 dan Undang Undang Pemerintah Aceh Nomor 11 Tahun 2006 telah memberi ruang dan peluang bagi Aceh untuk mendirikan Partai Politik lokal di Aceh dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) untuk terwujudnya perdamaian abadi, bersatu, adil dan makmur sebagaimana cita-cita proklamasi kemerdekaan bangsa Indonesia. 

Perdamaian abadi dan keadilan sosial adalah hal paling fundamental dalam rentang panjang dan pasang surut sejarah Aceh, serta membangun tatanan pemerintahan Aceh yang Islami dengan melaksanakan Syari’at Islam secara kaffah akan mewujudkan tamaddun Aceh yang baldatun taibatun warabbul ghafur.

Meningkatkan kesejahteraan dan mencerdaskan kehidupan rakyat yang selalu menjujung tinggi kebenaran Islam yang rahmatan il’alamin dan keariafan tradisional Aceh dengan adagium “adat bak po teumeureuhom, hukom bak syiah kuala, qanun bak putroe phang, reusam bak lakseumana, adat ngon hukom lage zat ngon sifeut”. 

Terciptanya tatanan Pemerintah Aceh yang adil, bersih, transparan dan terpercaya, menghormati hak politik rakyat, hak asasi manusia, serta memelihara keseimbangan alam yang berkelanjutan guna peningkatan harkat dan martabat rakyat Aceh, khususnya dan bangsa Indonesia umumnya yang diridai oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Sejarah singkat PDA bermula dari muzakarah ulama ban sigom Aceh pada Tahun 2007, kemudian disepakati terbentuknya partai politik yang berbasis di Aceh dengan nama Partai Daulat Atjeh (PDA).

Kemudian pada tahun 2011, atas perintah Allahyarham Almukarram Abu Tgk. H. Ibrahim Bardan atau yang lebih dikenal Abu Panton yang juga Ketua Himpunan Ulama Dayah Aceh (HUDA) kala itu, dan dimotori oleh Tgk. H. Muhibbussabri A. Wahab dan Sekjend Teungku Razuan, membentuk Partai Damai Aceh sebagai kesinambungan Partai Daulat Atjeh (PDA) dan pada Tahun 2018 menjadi Partai Daerah Aceh (PD ACEH).

Seiring berjalannya waktu PDA tidak lolos electoral threshold lantaran hanya memiliki tiga kursi di DPR Aceh.

Maka dari itu, PDA resmi berganti nama setelah disepakati dalam Musyawarah Raya Luar Biasa (Muralub) yang berlangsung di Hotel Grand Bayu Hill, Kota Takengon, Aceh Tengah, Sabtu (11/9/2021).

Ada dua nama yang disepakati akan menjadi nama baru partai lokal tersebut.

Di antaranya menetapkan nama dan lambang partai yang baru, menetapkan AD/ART, serta poin ketiga menetapkan perpanjangan masa kerja ketua umum dari periode 2021 hingga 2026.

Disebutkan, berdasarkan kesepakatan dalam sidang, ada dua nama yakni Partai Darul Aceh, serta alternatif kedua Partai Demi Aceh.

Tujuan PDA adalah untuk mewujudkan cita-cita para ulama dan cita-cita rakyat Aceh, perlu adanya wadah perjuangan bersama yang kuat dan terpecaya. Maka dari itu dibentulah partai politik lokal di Aceh. 

BERSAMA, BERSATU, LANJUTKAN PDA

Salam Aneuk Muda Aceh.

Share on Google Plus

About Kluet Raya News

0 komentar: